STRATEGI PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM ERA GLOBALISASI DAN STANDARISASI PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya peningkatan bakat, potensi, kecerdasan, dan kreativitas anak dalam dengan usia di bawah umur atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sedini mungkin anak diasah untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab, berjiwa sosial, kreatif, inovaif, penuh dedikasi, jalankan program dll. Dengan metode yang tepat, kurikulum bagus dan lembaga bonafid niscaya anak akan lebih mampu bekembang pesat dibanding mereka yang tidak diasah melalui program PAUD tersebut. Namun tidak semua lembaga penyelenggara PAUD mulai jenjang PreSchool, Play Group, dan TK mampu menyediakan metode, sarana, dan fasilitas penunjang kesuksesan pendidikan usia dini tersebut. Untuk itu, para orang tua harus mampu menentukan secara strategis lembaga yang dipilihnya. Demikian pula para penyelenggara harus mampu memperbaiki segala kekurangan yang menghambat tujuan utama PAUD tersebut karena anak-anak usia dini yang identik dengan kegiatan bermain menjadi fase yang sangat menentukan perjalanan hidup manusia. Begitu, persiapan dan pelaksanaan pendidikan pada usia dini ini menjadi sebuah keniscayaan yang tidak boleh disepelekan dan ditelantarkan. Jika hal ini tidak diperhatikan, masa depan kualitas generasi penerus bangsa akan semakin mundur, kalah jauh dibanding negara-negara lain yang selalu sigap dan cepat persiapan kader-kader andalnya di era kompetisi global sekarang. Negara ini tidak boleh lagi kecolongan dan ketinggalan. Pendidikan anak usia dini harus segera dibangun dan dikelola secara profesional di seluruh pelosok negeri ini. Pemberlakuan UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Menghargai Yang Berbeda tentang Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum. Dulu, pengembangan kurikulum dilakukan oleh pusat dalam hal ini Pusat Kurikulumnya pelaksanaannya dilakukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum yang dilakukan langsung oleh satuan pendidikan memberikan harapan tidak ada lagi masalah berkenaan dengan pelaksanaannya. Hal ini karena penyusunan kurikulum satuan pendidikan yang telah dimiliki semua potensi dan keterbatasan yang ada. PAUD ini menjadi solusi terbaik pembentukan moral, agama, emosi, sosial, dan semangat kompetisi. Dengan PAUD, fase perkembangan anak akan berjalan secara fungsional dan produktif sehingga membentuk karakter yang kuat, kokoh dan progresif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan anak usia dini, pemerintah sudah mengembangkan Kurikulum PAUD dan perangkatnya yang dijadikan acuan bagi penyelenggaraan PAUD. Kurikulum PAUD agarnya disusun menurut landasan teoritik, yuridis, dan empiris. Sampai saat ini belum ditetapkan Standar Nasional Pendidikan untuk PAUD sebagai referensi KTSP. Untuk itu perlu disusun naskah akademik kajian kebijakan kurikulum PAUD. Penyusunan naskah akademik pendidikan kejuruan PAUD untuk memberikan landasan teoritik (keilmuan) dan empirik bagi perumus kebijakan dan penyelenggara PAUD pada berbagai kelembagaan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi. Untuk SNP) Standar Kompetensi Lulusan (untuk PAUD disebut Standar Kompetensi Akhir Usia) dan Standar Isi Perkembangan (SIP). B. Rumusan Masalah Dalam menyusun makalah ini, rumusan masalah yang diajukan adalah: 822661472Bagaimana sistem kelembagaan pada PAUD 822661472Bagaimana metode pengajaran 822661472Bagaimana kurikulum yang dipakai BAB II PEMBAHASAN Mengelola pendidikan belaka sebuah tempat usaha barang, pelihara pengelolaan sumber daya manusia yang memiliki keunikan-keunikan masingmasing . Untuk itu, dibutuhkan rumus yang tepat dalam mengatur segala masalah manejemen pendidikan anak usia dini (PAUD). Ada beberapa model penataan kelembagaan yang konvensional. Karena iu kita harus mencari model yang paling tepat agar PAUD bisa berkembang dengan baik. Model manejemen kelembagaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 822661472Pengelolaan PAUD selama ini sangat banyak seninya dibandingkan dengan ilmunya sehingga gaya manejemen yang dilakukan lebih bersifat trial and error. 822661472Penerapan manajemen 8220gotong royong 8220 kata semua orang melakukan semua pekerjaan. Tidak ada pembagian kerja yang tegas dan jelas. Proses manajemen tidak berjalan secara efektif dan efisien. Bahkan sering terjadi benturan antara satu unit dengan unit lainnya. Inilah yang menyebabkan pendayagunaan sumber daya organisasi tidak secara sinergis dan banyak pemborosan. Dalam hal ini yang terjadi sama-sama bekerja bukan kerja sama. 822661472Gaya manajemen tukang cukur yaitu satu orang melakukan semua pekerjaan, mulai dari membuka kios, menyapu, memotong rambut, tutup kios dan pengelolaan keuangan sekaligus. Dalam organisasi banyak orang yang merasa dirinya mampu dalam segala hal dan tidak memberikan porsi pekerjaan kepada orang lain. HARUS yang sedang melakukan pekerjaan yang lebih banyak tidak dapat melakukan pekerjaan karena tersentralisasi di tangan beberapa orang saja yang lain. 822661472Penerapan Budaya sungkan (segan) menegur kesalahan teman dan budaya marah kalau ditegur teman buat organisasi tidak berjalan arah, jadi tidak bisa mencapai tujuan yang dikehendaki. Empat model manajemen ini memiliki banyak kekurangan. Tidak ada aspek struktural, deskripsi pekerjaan, koordinasi, evaluasi dan evaluasi ke depan. Dalam konteks ini dibutuhkan model manajemen yang lebih dinamis, progresif, dan memiliki unsur pemberdayaan dan penguatan. Disinilah penting manajemen yang mengedepankan kolektivitas, teamwork, soliditas dan kualitas kinerja. B. Metode Pengajaran Mengajar anak usia dini membutuhkan metodologi yang unik dan kreatif. Disinilah signifikansi dan urgensi peran seorang guru dalam mendidik dan mencatat potensi anak didik. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai lembaga pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam pasal 29, pendidik pada pendidikan anak usia dini harus diploma (D-IV) atau sarjana (S1) di belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi dan sertifikat profesi guru untuk PAUD. Kualitas pendidik sangat menentukan hasil pembelajaran yang dicapai. Kegagalan dan keberhasilan pendidikan sangat tinggi oleh kualitas tenaga pengajar yang sedang, metodologi pengajaran dan keterampilan yang profesional. Tahapan mengajar anak usia dini sudah lama sekali belajar hayat namun menurut Maria Montessori, enam tahun pertama masa anak adalah jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya. Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. Karenanya setiap usaha yang di rancang untuk pengembangan minat dan potensi anak harus dilakukan pada awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. Orang tua dan pendidik harus bisa membantu anak-anak dan meniru potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan, bakat, dan kepribadian yang utuh. Ada beberapa metode yang sedang dilakukan untuk mencapai hasil maksimal dalam pengajaran anak usia dini yaitu: 61558 Metode Global (Ganze Method) Belajar bahasa inggris dengan kalimatnya sendiri. Contohnya saat membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Informasi yang sedang dikerjakan akan bisa diserap lebih lama. Dengan demikian anak akan bisa berfikir kreatif dan berinisiatif. 61558 Metode Percobaan (metode eksperimen) Metode pengajaran ini mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Ada tiga tahap yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Misalnya anak belajar tentang tanaman pisang, lalu belajar menanamnya. 61558 Metode Belajar dengan melakukan Menurut Nazhori Pengarang, sabda Rasulullah yang berbunyi 8220 sholatlah kamu seperti kamu lihat aku sholat 8220 adalah sebuah bukti proses belajar mengajar sudah sejak zaman Rasulullah sebagai fondasi awal dalam pendidikan Islam. Sabda itu juga mengandung unsur pedagogis dimana bahasa nonverbal yang disampaikan Rasulullah sampai saat ini masih menjadi bumbu penyedap dalam tuntunan meteode. Bahasa bahasa nonverbal memegang peranan dalam proses belajar mengajar. 61558 Metode Home Schooling Group Rumah yang merupakan lingkungan terdekat anak dan tempat belajar yang paling baik buat anak. Di rumah, anak bisa belajar selaras dengan keinginannya sendiri. Ia tak perlu duduk menunggu sampai bel berbunyi, tidak perlu harus bertanding dengan anak-anak yang lain, tidak perlu diharuskan. Disinilah peran ibu menjadi sangat penting karena tugas utama ibu adalah pengatur rumah tangga dan pendidik anak. Di dalam rumah banyak sekali sarana-sarana yang bisa dipakai untuk pembelajaran anak. Anak bisa belajar banyak sekali konsep tentang benda, warna, bentuk dan sebagainya sembari ibu memasak di dapur 61558 Pembelajaran Bilingual Satu pertanyaan yang muncul sebagai tanggapan terhadap kecenderungan bahasa inggris pada anak-anak adalah sebagai berikut 8220 sudah perlukah bahasa inggris pada anak-anak 8221 Pertanyaan ini mudah dibaca. Jawaban terhadap pertanyaan ini bisa sederhana namun bisa juga membutuhkan penjelasan panjang lebar, bahkan pertanyaan yang sederhana ini dapat memunculkan kontroversi yang berkepanjangan. Ada tiga alasan mengapa anak-anak perlu bahasa inggris pada usia dini. Alasan pertama adalah motif pragmatis. Tidak bisa dipungkiri saat ini tembok pembatas layar antar wilayah atau bahkan antar negara sudah mulai runtuh, berguguran satu persatu akibat globalisasi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab atas semakin terbukanya hubungan antar manusia pada era global ini. Dampak yang segera kita amati dengan runtuhnya tembok pembatas itu pun semakin mudahnya satu individu, bahkan antar bangsa di tempat yang berbeda dan berada di belahan dunia yang lain berhubungan dengan individu lainnya pada waktu yang sebenarnya (real time). Alasan kedua atas alasan legal formal dan keputusan internasional. Undang-undang Dasar 1945 memberikan amanar kepada pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. UU No 23 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan bahasa indonesia sesuai pendidikan dan pengajarannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Alasan yang ketiga adalah konseptual. Brumfit (1991. 11-12) menyatakan argumentasinya terkait dengan faktor usia muda tidak ada alasan kuat dalam pembelajaran anak-anak untuk tidak sama bahasa kedua pada mereka. Ada empat faktor yang ia rujuk untuk mendasari argumenasinya tersebut. Tiga faktor pertama muncul elevan untuk dibahas. Faktor pertama adalah proses pematangan. Proses pematangan ini terkesan lebih berpihak pada pembelajar bahasa usia muda seorang anak belajar bahasa semakin mudah dia akan berbahasa itu. Faktor kedua yang berperan penting pada anak-anak dalam bahasa adalah emosi dan perasaan. Faktor ketiga adalah lingkungan. Anak-anak cenderung memiliki peluang yang lebih baik dalam kebutuhan komunikasi yang sebenarnya dengan pengalaman kebahasaan barunya. Maksudnya dalam usia yang terjangkit dengan lingkungannya, anak-anak lebih memiliki peluang yang lebih baik dalam menggunakan bahasa secara alami untuk mempresentasikan pemahamannya terhadap lingkungannya. Oleh karena itu kebutuhan berkomunikasi anak-anak dengan menggunakan bahasa dalam lingkungan sekitarnya lebih terakomodasi secara luas dan alami. C. Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum adalah inti sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum yang benar akan menghasilkan pengajaran dan kegiatan yang terpadu dan holistik yang mengarah pada visi dan misi lembaga pendidikan yang dicanangkan. Disinilah. Yang visioner dan prospektif. Sehubungan dengan ciri-ciri di atas, tugas perkembangan yang di emban anak-anak adalah sebagai berikut: 61692 Belajar mengajar fisik yang dibutuhkan untuk bermain 61692 Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri 61692 Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebayanya 61692 Mengembangkan peran sosial sebagai orang atau Perempuan 61692 Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari 61692 Mengembangkan hati nurani penghayatan moral, dan sopan santun 61692 Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis, matematika dan berhitung 61692 Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri Dalam perkembangan kurikulum ada beberapa prinsip yang harus Catatan: 61607Bersifat komprehensif. Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan pekembangan anak secara mandiri dalam berbagai aspek perkembangan 61607 Dikembangkan atas dasar pekembangan secara global. Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat pada usia dan perkembangan setiap anak 61607 Melibatkan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak 61607 Melayani kebutuhan individu anak 61607 Merefleksikan kebutuhan dan masyarakat 61607 Mewujudkan ketrampilan masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus 61607 Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat 61607 Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak 61607 Menjelaskan prosedur pengelolaan lembaga 61607 Memanejemen sumber daya manusia 61607 Penyediaan sarana dan Kurikulum a. Anak Sasaran layanan pendidikan anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang umur 0-6 tahun. Pengelompokkan anak didirikan pada usia sebagai berikut: 1. 0-1 tahun 2. 1-2 tahun 3. 2-3 tahun 4. 3-4 tahun 5. 4-5 tahun 6. 5-6 tahun b. Pendidik Kompetensi pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurangkurangnya Diploma Empat (D-IV) atau sarjana (S-1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang-tali Anak usia dini Adapun rasio pendidik dan anak adalah sebagai berikut: 1. Usia 0-1 tahun rasio 1: 3 anak 2. Usia 1-3 tahun rasio 1: 6 anak 3. Usia 3-4 tahun rasio 1: 8 anak 4. Usia 4- 6 tahun rasio 1: 1012 anak c. Pembelajaran Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan. Materi belajar bagi anak usia. 2. Pengenalan perasaan (perkembangan emosi) 3. Pengenalan berbagai gerak (perkembangan fisik) 5. Mengembangkan komunikasi (penglihatan) Perkembangan bahasa) 6.pan berpikir (perkembangan kognitif) d. Penilaian (Penilaian) Penilaian adalah proses penyelesaian data, studi belajar, dan perkembangan anak. Penilaian dilakukan melalui observasi. Konferensi dengan para guru, survei, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak dan unjuk kerja. Pilihan penilaian dapat dibuat dalam bentuk portofolio. E. Pengelolaan Pembelajaran Lembaga pendidikan anak usia dini dilaksanakan sesuai satuan pendidikan masing-masing. Hari ini dan jam layanan antara lain sebagai berikut: 822661472Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3-5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144-160 hari atau 32-3 minggu 822661472Kelompok Bermain (KB) dilaksanakan setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari 32-34 minggu 822661472Satuan PAUD sejenis (SPS) dilaksanakan minimal satu minggu dengan jam layanan minimal 2 jam. 822661472Taman Kanak-kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. F. Melibatkan Peran Masyarakat melaksanakan pendidikan anak usia dini agarnya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah, yayasan maupun perorangan. PenilaianEvaluasi Evaluasi merupakan suatu analisis yang sistematis untuk melihat efektivitas program yang diberikan dan mempengaruhi program tersebut terhadap anak. Penilaian selaku secara berkala dan berkesinambungan oleh pemerintah pusat atau daerah. Penilaian kurikulum untuk mengetahui kinerja dan kesesuaian dengan bahasa dan tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Hasil penilaian kurikulum digunakan untuk pelaksanaan dan pengembangan. Kurikulum dan pengembangannya, bangun keterangan di atas, harus dibuat standar pembelajaran PAUD agar ada standar minimal kualitas yang dicapai. Seperti dinamisasi dan optimalisasi menuju akselerasi kualitas sangat ditentukan oleh profesionalitas manajemen yang tergantung ide-ide progresif dari struktur yang ditempatkan kader-kader berkualitas. Dokumen PAUD yang berhubungan dengan Kurikulum 2004 Standar Kompetensi, Pedoman Pengembangan Silabus, Pedoman Pembelajaran dan Pedoman Penilaian banyak digunakan di lembaga PAUD formal (TKRA) Sementara Menu Pembelajaran Generik digunakan di lembaga PAUD non formal (Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak). Persoalan batal dokumen yang dibuat oleh banyak Tim dari berbagai macam seperti Puskur, Direktorat TK-SD dan Direktorat PAUD. Begitu banyak hal yang berbeda dari berbagai dokumen itu untuk aspek yang sama. Perbedaan tesebut terjadi karena belum adanya 8221blueprint8221 yang sama dengan menjadi acuan bersama pengembangan PAUD di Indonesia. Untuk itu diperlukan suatu kerjasama antar loket tersebut (Puskur, Direktorat PAUD, Direktorat TK-SD, Direktorat Dikti, dan Direktorat Mapenda) untuk menyusun suatu dokumen 8221INDUK8221 pengembangan PAUD di Indonesia yang menjadi dasar bersama dengan pengembangan PAUD dan Pendidikan Guru-PAUD. Buku 8221INDUK8221 ini tentu dilandasi oleh berbagai pengertian dasar seperti filosofi pengembangan manusia indonesia seutuhnya kumpulan termaktub dalam GBHN, hasil-hasil penelitian tentang perkembangan anak indonesia di berbagai aspek perkembangan, dan analisis kondisional PAUD di indonesia. Dokumen PAUD yang banyak ini beda-beda karena mangacu pada referensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu adanya keseragaman rujukan, khususnya tentang pengembangan anak usia dini di indonesia. Diperlukan penelitian tentang perkembangan anak indonesia pada umumnya dan tiap daerah dan suku agar PAUD memiliki referensi yang lebih sesuai dengan perkembangan anak indonesia. Kesalahan dalam menentukan perkembangan anak indonesia yang standar berlaku karena tidak sesuai dengan kondisi riil anak indonesia. Penentuan Standar Kompetensi Akhir Usia (SKAU) di PAUD yang sepadan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) selain dibangun hasil penelitian perkembangan anak indonesia juga terjerat utuh mulai lahir sampai 8 tahun, jadi ada benang merah atau kesinambungan badan antara PAUD (TPA, KB , Dan TKRA) dengan kelas 1, 2, dan 3 Sekolah Dasar. Untuk itu perlu kerjasama antara Direktorat PAUD, Direktorat TK-SD, dan Puskur dalam mewujudkan hal tersebut. Banyak guru dan lembaga PAUD formal (TKRA) dan PAUD non formal (TPA dan KB) tidak menerima dan menerapkan. Ada yang hanya mendapatkan Kurikulum (Standar Kompetensi) saja, Pedoman Pengembangan Silabus saja, atau Pedoman Penilaian saja. Maka akibatnya pemahaman akan kurikulumnya bersifat parsial. Di samping itu naskah dan perubahan kurikulum bisa dicoba perangkat untuk implementasinya memerlukan penjelasan lebih lanjut melalui sosialisasi ke lembaga dan guru PAUD. Dengan akibatnya, banyaknya naskah PAUD menimbulkan tanda bagi para guru. Untuk itu, naskah yang ada perlu disertai penjelasan dancontoh yang konkrit di samping ada program sosialisasi. Dalam menyusun dan mengembangkan panduan KTSP PAUD perlu banyak pilihan. Beberapa dokumen yang dimaksud adalah GBPKB TK, Standar Kompetensi TKRA, Acuan Menu Pembelajaran dan Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disusun dan dikembangkan Standar Kompetensi Akhir Usia PAUD (SKAU PAUD), Standar Isi, Standar Penilaian dan Standar Lainnya. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Salah satu upaya memaksimalkan bakat, potensi, kecerdasan, dan kreativitas anak dalam dengan usia di bawah umur atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sedini mungkin anak diasah untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab, berjiwa sosial, kreatif, inovaif, penuh dedikasi, jalankan program dll. Dengan metode yang tepat, kurikulum bagus dan lembaga bonafid niscaya anak akan lebih mampu bekembang pesat dibanding mereka yang tidak diasah melalui program PAUD tersebut. Dalam hal ini penulis berpendapat agar pemerintah meningkatkan perannya dalam pendidikan anak usia dini, baik dari timbal, perekrutan tutor yang sesuai dengan kualifikasi maupun bagi masyarakat luas untuk masutarakat untuk mengembangkan PAUD yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakatnya. Dokumen Standar Perkembangan Anak Lahir 8211 6 Tahun PAUD perlu diperaikai secara keseluruhan dan disesuaikan dengan naskah akademik. Disamping juga penyusunan panduan pengembangan silabus untuk PAUD seharusnya menjadi bagian dari penyusunan program pembelajaran, yang mencakup pengembangan tema dan jaringannya, penyusunan silabus pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik, dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan Proses pembelajaran yang disesuaikan dengan rencana pengembangan yang dilakukan masing-masing satuan pendidikan anak usia dini, (3) standar proses pembelajaran TK dapat mengakomodasi dokumen pembelajaran di TK dan dokumen perencanaan dan pembelajaran di TK. Dalam jangka panjang maka perlu adanya buku 8220INDUK8221 yang merupakan 8220blueprint8221 pengembangan pendidikan anak usia dini di indonesia. Buku ini menjadi acuan bagi semua instansi terkait seperti Direktorat TK SD, Direktorat PAUD, dan Puskur Perguruan Tinggi dalam penyusunan dan pembangunan PAUD. Asmani. Jamal Ma8217mur. 2009. Manajemen Strategis Pendidikan Anak Usia Dini. Jogjakarta. DIVA Tekan Baraja, Abu Bakar. 2006. Mendidik Anak Dengan Teladan. Jakarta. Studia Press Departeman Pendidikan Nasional (2007). Standar Perkembangan Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Departeman Pendidikan Nasional Departeman Pendidikan Nasional (2007). Standar Perkembangan Anak Lahir S. D 6 Tahun. Jakarta: Departeman Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (2002). Menu Acuan Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Dini Usia. Jakarta: Diektorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Dan Pemuda. A. Latar belakang Anak usia TK adalah anak usia dini yang berusia 4-6 tahun. Fajar secara yuridis anak umur 4-6 tahun tidak wajib mengikuti pendidikan di TK, tapi secara teoritis pendidikan sangat penting dalam pendidikan. Mengingat banyaknya bukti tentang masalah pendidikan dini maka anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan, dorongan dan dukungan program kegiatan yang terencana, bermanfaat dan menyenangkan. Seperti upayanya, peran pendidik (orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya) sangat dibutuhkan dalam upaya pengembangan potensi anak. B. Pembatasan Masalah Dalam makalah ini, penulis membatasinya pada pembahasan tentang pembelajaran di PAUD dan Strategi di pembelajaran PAUD. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran melalui bermain di PAUD. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain A. Pembelajaran di PAUD Pada hakikatnya anak itu unik, mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan, aktif dan energik, egosentris, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, antusias terhadap banyak hal, bahkan eksploratif dan berjiwa petualang, kaya dengan fantasi, Mudah frustrasi, dan memiliki daya perhatian yang pendek. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Pada hakikatnya pendidikan TKusia dini merupakan upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pembelajaran anak usia diniTK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar), pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi peluang kepada anak untuk bisa belajar dengan cara-cara yang tepat. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang terserah pada anak. B. Strategi Pembelajaran Ucapan Terima Kasih Pembelajaran: 183 Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak saat ia belajar. Anak adalah pebelajar aktif. Saat bergerak anak mencari stimulasi yang bisa meningkatkan kesempatan untuk belajar. Anak menggunakan seluruh fisik sebagai alat untuk belajar. Energikanlah secara energik mencari cara untuk menghasilkan. Belajar anak terkait kematangan. Guru harus mengerti bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memudahkan matangan tersebut. Belajar anak terkait oleh lingkungan. Tidak hanya lingkungan fisik dan lingkungan. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik, sosial dan refleksi. Dengan pengalaman itu anak memperoleh pengetahuannya. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak bangun pengalaman fisik, sosial dan mampu merefleksikannya. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Ada yang tipe visual, tipe auditif dan tipe kinestetik. Anak belajar melalui bermain Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbol-simbol dan mentransformasi objek-objek tersebut 183 Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. Karakteristik tujuan yang harus diperhatikan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran, apakah berhubungan dengan, pengembangan kognitif, bahasa, sosial emosi, fisik, moral agama. Motorik Tema, tema pembelajaran di TK, tema 20 tema, masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Kegiatan. Kegiatan yang perlu dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas dan juga ada kegiatan belajar di luar kelas. Anak Anak perlu diperhatikan, karena anak memilki ciri dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. Media dan Sumber belajar. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan belajar anak. 183 Pengertian Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola kerja guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi pembelajaran adalah segala upaya guru untuk menerapkan berbagai metode dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan pada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. 183 Karakteristik Cara Belajar Anak Beberapa cara belajar anak itu antara lain: 1. Anak belajar lewat bermain 2. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya 3. Anak belajar secara alamiah 4. Anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya bangun, nyali, menarik, dan Fungsional.
No comments:
Post a Comment